Penerbangan

Menjadi seorang pilot memang membanggakan. Bagaimana tidak, pilot termasuk salah satu profesi yang memiliki penghasilan tinggi di dunia. Tidak semua orang bisa meraih profesi tersebut, pasalnya  selain menggunakan biaya yang cukup tinggi yakni mencapai ratusan juta rupiah juga mengharuskan calon pilot memiliki badan proporsional dan kemampuan akademik yang bagus. Persyaratan yang sangat ekstrim tersebut tak lain dan tak bukan tujuan adalah untuk memaksimalkan kinerja pilot apabila nantinya sudah diterima di maskapai penerbangan.

Dalam dunia penerbangan, keselamatan para penumpang salah satunya bergantung pada pilot. Itulah sebabnya mengapa pilot harus menyusun rencana penerbangan yang aman sebelum terbang. Misal, 2-3 jam sebelum penerbangan,  pilot melakukan pemeriksaan kesehatan. Kesehatan pilot sangat penting agar penerbangan bisa terkendali dengan baik. Bayangkan bila pilot mengalami gangguan kesehatan pada penglihatan atau hipoksida ketika berada di ketinggian. Tentunya hal tersebut bakal menjadi bumerang apabila tetap melakukan penerbangan. Di samping itu, rencana penerbangan yang aman juga terdiri dari 3 hal di bawah ini:

Jenis pesawat jelas

Rencana penerbangan yang aman juga harus memastikan dengan jelas jenis pesawat terbang yang akan digunakan, misal AK 5218, QZ8501, Z2272, dan lain sebagainya. Pentingnya memastikan hal tersebut supaya dapat mengetahui kondisi pesawat, misalnya pesawat sering dilakukan perawatan baik secara periodik maupun on-condition. Perlu Anda ketahui, dengan memastikan jenis pesawat juga dapat menghindarkan dari adanya ancaman kecelakaan. Contoh, pesawat jenis QZ8501, pesawat tersebut belum memungkinkan untuk digunakan karena salah satu sayapnya tidak berfungsi dengan baik. Tentu saja, teknisi akan menyarankan untuk menggunakan pesawat lain yang lebih bagus.

Rute dan waktu tempuh penerbangan sudah diperkirakan

Rute penerbangan sudah tentu harus diperkirakan agar memudahkan dalam pencapaian tujuan. Logikanya, bila Anda ingin pergi ke arah selatan dengan memanfaatkan kompas dan telah memprediksi waktu tempuh sebelum berangkat, tentunya Anda akan sampai di tempat tujuan dengan nyaman.

Begitu juga dalam dunia penerbangan, 2 jam sebelum take off pilot harus memperkirakan rute dan waktu tempuh penerbangan. Contoh, dari bandara Soekarno Hatta menuju Ngurah Rai jarak tempuhnya 55 menit. Rute penerbangan yang telah ditentukan dan waktu tempuh yang sudah diperkirakan akan mempermudah melakukan penerbangan. Polisi lalu lintas udara yang ikut beroperasional dalam hal ini juga akan membantu semaksimal mungkin supaya penerbangan bisa berlangsung sesuai harapan.

Cuaca yang mendukung

Perencanaan penerbangan yang aman juga sangat berkaitan  erat dengan kondisi cuaca. Pilot akan terlebih dahulu memastikan konsisi cuaca dalam keadaan baik sebelum memutuskan untuk take off. Bayangkan bila pesawat berada di atas ketinggian 3000 kaki dan cuaca menjadi buruk tentu akan mengancam keselamatan para penumpang. Oleh sebab itu, melalui badan meteorologi, geofisika, klimatologi,  dan pemandu lalu lintas udara pilot mendapat laporan apakah baik untuk dilakukan penerbangan atau harus diundur. Bila mungkin laporan relatif tidak sesuai dengan kenyataannya (karena pilot telah memiliki keahlian dalam membaca situasi cuaca), maka pilot berhak membatalkan penerbangan untuk keselamatan bersama.

Rencana penerbangan menjadi salah  satu hal yang wajib dilakukan bagi seorang pilot sebelum memutuskan untuk take off. Dengan perencanaan yang bagus, maka tentu penerbangan akan terasa aman dan nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *