Apa Fungsi Dari Navigasi Dalam Dunia Penerbangan?

dunia penerbangan

Di dalam dunia penerbangan terdapat istilah navigasi. Tahukah Anda apa itu navigasi? Mesin yang berada di depan pilot ini menjadi salah satu alat yang sangat penting di dunia penerbangan. Mengapa? Dengan adanya navigasi inilah yang membut pesawat bisa terkontrol dengan baik agar pesawat tidak tersesat. Ketika pesawat yang digunakan sistem navigasinya tidak bisa bekerja dengan baik ini akan membahayakan dunia penerbangan karena semuanya tidak akan tahu mengenai pesawat yang digunakan. Untuk itu, sistem navigasi memiliki fungsi yang sangat besar dalam dunia penerbangan. Apa saja fungsi navigasi dalam dunia penerbangan? Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai fungsi navigasi, berikut ini penjelasannya.

Untuk memberikan informasi

Semua pesawat terbangan, tentunya harus dilengkapi dengan sistem navigasi. Dengan navigasi inilah yang membuat pesawat tidak tersesat dalam dunia penerbangan. Panel-panel instrument navigasi pada kokpit pesawat inilah sangat berperan penting untuk memberikan informasi mengenai arah pesawat, tujuan pesawat, keberadaan pesawat, ketinggian pesawat, dan lain sebaginya. Informasi ini akan mereka sampaikan pada pihak terkait yang berada di bandara atau pihak ATC yang selalu memperhatikan dunia penerbangan. Informasi yang mereka terima akan terus diperbaruhi dan dicari solusi ketika pesawat dalam keadaan bermasalah. Itulah fungsi pertama dari sistem navigasi penerbangan. Oleh karena itu, sistem navigasi ini harus dalam keadaan baik dan harus diperiksa sebelum melakukan penerbangan.

Untuk penunjuk arah

Fungsi selanjutnya dari alat navigasi ini di dalam dunia penerbangan adalah untuk menentukan arah dari pesawat terbanga itu sendiri. Sebagian orang tentunya akan berpikir mengapa pesawat terbang bisa berjalan layaknya mobil yang berada di daratan yang memiliki jalan raya. Hal ini wajar-wajar saja membuat orang bertanya-tanya karena pesawat terbanga bisa terbang dengan baik dan tahu pasti arah yang akan ditempuh. Untuk menjawab pertanyaan mengenai mengapa pesawat terbang bisa berjalan sesuai dengan arahnya? Karena di dunia penerbangan terdapat yang namanya sistem navigasi. Navigasi inilah yang menjadi penunjuk arah pesawat harus kearah mana. Untuk lebih jelasnya navigasi ini sama halnya seperti kompas yang berfungsi untuk penunjuk arah.

Untuk memantau keadaan

Di dalam dunia penerbangan sama halnya dengan dunia darat resiko terjadinya musibah sering tidak disangka-sangka. Dunia penerbangan juga, terkadang ada pesawat yang mengalami kecelakaan karena tabrakan atau karena faktor cuaca. Oleh karena itu, navigasi tidak hanya berfungsi untuk memberikan informasi dan untuk penunjuk arah. Namun, alat/sistem navigasi ini juga berfungsi untuk memantau keadaan yang sedang terjadi dengan pesawat. Dengan adanya navigasi ini, tentunya keadaan yang terjadi dapat dipantau oleh pihak ATC. Pihak ATC akan memberikan solusi agar pesawat tidak terjadi hal yang buruk. Untuk itu, bagi Anda yang ingin naik pesawat jangan merasa takut karena keadaan pesawat yang Anda naiki akan selalu dipantau oleh pihak ATC dengan memanfaatkan sistem navigasi.

Peran penting alat/sistem navigasi di dalam dunia penerbangan sangat penting karena ketika navigasi yang dimliki oleh pesawat mengalami kerusakan karena tidak diperiksa, maka ini menjadi satu kesalahan besar dalam dunia penerbangan. Jika, ini terjadi, sangsi yang diberikan cukup berresiko besar bagi dunia penerbanga . Maskapai yang melakukan pelanggaran mengenai navigasi ini akan mendapatkan sangsi dengan dicabutnya ijin oprasional.

 

 

3 Hal Penting yang Wajib Diperhatikan ketika Melakukan First Solo Flight

solo flight meSetelah memiliki minimal 60 jam terbang, para siswa di sekolah pilot berhak mendapatkan kesempatan untuk melakukan penerbangan solo pertama. Momen ini sangat dinanti sekaligus cukup membuat jantung deg-degan pasalnya melakukan hal ini sendirian bukanlah hal yang mudah. Meskipun begitu, kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh kadet yang sudah memiliki cukup banyak jam terbang. Mereka akan mengetahui bagaimana rasanya menerbangan dan mendaratkan pesawat sendirian sesuai yang telah diajarkan oleh para instruktur mereka. Yang pasti kemampuan penerbangkan pesawat yang mereka miliki akan diuji pada penerbangan solo mereka.

Nah, bagi Anda yang dalam waktu dekat akan melakukan first solo flight, ada tiga hal penting yang wajib diperhatikan agar penerbangan Anda berjalan lancar:

Cuaca

Menerbangan pesawat ketika hujan atau mendung bukanlah sesuatu yang baik karena bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan pesawat. Untuk itu, jangan memaksakan diri untuk melakukan penerbangan solo meskipun Anda sudah yakin bahwa Anda bisa melakukannya dengan baik. Tahan keinginan Anda dan ada baiknya untuk menenangkan diri selama menunggu cuaca membaik. Lalu, bagaimana jika cuaca tiba-tiba berubah ketika melakukan penerbangan? Usahakan untuk tidak panik dan menuju check point yang sudah ditentukan dengan hati-hati. Ikuti arahan instruktur sebaik mungkin. Apabila instruktur meminta Anda untuk segera landing, segera lakukan hal tersebut guna menjaga keselamatan Anda.

Trafik

Apabila penerbangan solo dilakukan oleh Anda sendiri, Anda tidak perlu merasa khawatir soal trafik penerbangan. Namun, jika ada beberapa kadet yang juga melakukan first solo flight dengan menggunakan pesawat yang berbeda, sangat diwajibkan untuk mengecek dan memperhatikan trafik penerbangan dengan baik. Jangan sampai Anda mengambil rute penerbangan kadet lain karena hal tersebut dapat membahayakan keselamatan jiwa Anda dan orang lain. Memang biasanya sudah diatur oleh instruktur dan pihak bandara sedemikian rupa agar trafik aman. Namun, human error sering sekali terjadi ketika melakukan penerbangan solo yang biasanya di akibatkan oleh kelalaian dan rasa gugup yang berlebihan.

Prosedur

Lakukan semua prosedur penerbangan mulai dari sebelum take off sampai mendaratkan pesawat sebaik mungkin. Misalnya, sebelum mendaratkan pesawat, Anda harus melakukan menghubungi petugas ATC terlebih dahulu untuk meminta izin pendaratan. Hal ini sangatlah penting apalagi jika Anda melakukan latihan di bandara komersil. Bayangkan apa yang akan terjadi jika Anda mendarat tiba-tiba dan ternyata ada pesawat komersil yang akan take off. Tentu hal ini akan membahayakan keselamatan Anda dan para penumpang pesawat komersial tersebut. Anda akan menjadi tersangka dan mungkin akan dikeluarkan dari sekolah penerbangan.

Setelah melakukan komunikasi dengan petugas ATC dan mendapatkan izin melakukan pendaratan, Anda bisa segera melakukan pendaratan. Ingat untuk tidak gegabah ketika landing karena bisa saja terjadi kecelakaan di mana Anda keluar jalur lintasan pacu jika tidak berhati-hati.

Perasaan lega dan ucapan selamat akan Anda dapatkan jika berhasil melakukan first solo flight dengan selamat. Anda tentunya akan merasa sangat bahagia nantinya. Oleh sebab itu, untuk mewujudkan hal ini, perhatikanlah ketiga hal penting di atas. Semoga bermanfaat. ­čÖé

Begini Rencana Penerbangan yang Aman

Penerbangan

Menjadi seorang pilot memang membanggakan. Bagaimana tidak, pilot termasuk salah satu profesi yang memiliki penghasilan tinggi di dunia. Tidak semua orang bisa meraih profesi tersebut, pasalnya  selain menggunakan biaya yang cukup tinggi yakni mencapai ratusan juta rupiah juga mengharuskan calon pilot memiliki badan proporsional dan kemampuan akademik yang bagus. Persyaratan yang sangat ekstrim tersebut tak lain dan tak bukan tujuan adalah untuk memaksimalkan kinerja pilot apabila nantinya sudah diterima di maskapai penerbangan.

Dalam dunia penerbangan, keselamatan para penumpang salah satunya bergantung pada pilot. Itulah sebabnya mengapa pilot harus menyusun rencana penerbangan yang aman sebelum terbang. Misal, 2-3 jam sebelum penerbangan,  pilot melakukan pemeriksaan kesehatan. Kesehatan pilot sangat penting agar penerbangan bisa terkendali dengan baik. Bayangkan bila pilot mengalami gangguan kesehatan pada penglihatan atau hipoksida ketika berada di ketinggian. Tentunya hal tersebut bakal menjadi bumerang apabila tetap melakukan penerbangan. Di samping itu, rencana penerbangan yang aman juga terdiri dari 3 hal di bawah ini:

Jenis pesawat jelas

Rencana penerbangan yang aman juga harus memastikan dengan jelas jenis pesawat terbang yang akan digunakan, misal AK 5218, QZ8501, Z2272, dan lain sebagainya. Pentingnya memastikan hal tersebut supaya dapat mengetahui kondisi pesawat, misalnya pesawat sering dilakukan perawatan baik secara periodik maupun on-condition. Perlu Anda ketahui, dengan memastikan jenis pesawat juga dapat menghindarkan dari adanya ancaman kecelakaan. Contoh, pesawat jenis QZ8501, pesawat tersebut belum memungkinkan untuk digunakan karena salah satu sayapnya tidak berfungsi dengan baik. Tentu saja, teknisi akan menyarankan untuk menggunakan pesawat lain yang lebih bagus.

Rute dan waktu tempuh penerbangan sudah diperkirakan

Rute penerbangan sudah tentu harus diperkirakan agar memudahkan dalam pencapaian tujuan. Logikanya, bila Anda ingin pergi ke arah selatan dengan memanfaatkan kompas dan telah memprediksi waktu tempuh sebelum berangkat, tentunya Anda akan sampai di tempat tujuan dengan nyaman.

Begitu juga dalam dunia penerbangan, 2 jam sebelum take off pilot harus memperkirakan rute dan waktu tempuh penerbangan. Contoh, dari bandara Soekarno Hatta menuju Ngurah Rai jarak tempuhnya 55 menit. Rute penerbangan yang telah ditentukan dan waktu tempuh yang sudah diperkirakan akan mempermudah melakukan penerbangan. Polisi lalu lintas udara yang ikut beroperasional dalam hal ini juga akan membantu semaksimal mungkin supaya penerbangan bisa berlangsung sesuai harapan.

Cuaca yang mendukung

Perencanaan penerbangan yang aman juga sangat berkaitan  erat dengan kondisi cuaca. Pilot akan terlebih dahulu memastikan konsisi cuaca dalam keadaan baik sebelum memutuskan untuk take off. Bayangkan bila pesawat berada di atas ketinggian 3000 kaki dan cuaca menjadi buruk tentu akan mengancam keselamatan para penumpang. Oleh sebab itu, melalui badan meteorologi, geofisika, klimatologi,  dan pemandu lalu lintas udara pilot mendapat laporan apakah baik untuk dilakukan penerbangan atau harus diundur. Bila mungkin laporan relatif tidak sesuai dengan kenyataannya (karena pilot telah memiliki keahlian dalam membaca situasi cuaca), maka pilot berhak membatalkan penerbangan untuk keselamatan bersama.

Rencana penerbangan menjadi salah  satu hal yang wajib dilakukan bagi seorang pilot sebelum memutuskan untuk take off. Dengan perencanaan yang bagus, maka tentu penerbangan akan terasa aman dan nyaman.